Rabu, 03 Desember 2014

Kicauan Ngebas Alasan Pleci Auriventer Diburu Para Kicau Mania



Burung mungil yang satu ini segera kembali naik daun dan mulai di gandrungi para penggemar burung berkicau. Adalah burung Pleci (Zosterops), khususnya jenis Auriventer (Zosterops palpebrosus auriventer). Burung yang secara fisik memiliki warna hijau kekuningan ini sebenarnya memiliki banyak jenis, di kalangan para penggemar burung kicau sedikitnya ada tiga jenis Pleci yang biasanya dipelihara, yaitu Pleci Montanus (Zosterops montanus), Pleci Buxtoni (Zosterops palpebrosus buxtoni) dan Pleci Auriventer (Zosterops palpebrosus auriventer).

Namun Pleci jenis Auriventer kembali memperoleh tempat di hati penghobi burung kicau. Menurut beberapa penghobi burung pleci (Om Adi Bolank & Om VJ Young), setidaknya salah satu faktor yang membuat Pleci Auriventer kembali diburu lantaran stoknya di pasaran yang cukup banyak saat ini, sementara faktor lainnya dimungkinkan para penghobi terpikat dengan suara Pleci Auriventer yang dianggap lebih ngebas dari jenis Pleci lainnya, imbuh Om Bolank
Rata-rata penggemar burung mencari Pleci Auriventer karena tahu kalau ocehannya lebih ngebas, lebih low, serta mentalnya lebih bagus, kalau ditempel dengan burung sejenis dia tetap rajin bunyi, atau lebih cenderung sebagai burung petarung. kata Om Adi Bolank saat di temui Team KOLONI Zosterops di rumahnya yang  berada di Karang Kepoh Tegalrejo Salatiga.
Adi Bolank menjelaskan, Pleci Auriventer sebenarnya sudah cukup lama menjadi incaran para penggemar burung, hanya saja di pasaran lumayan sulit ditemui. Belakangan ini ketika stoknya mulai banyak, para penggemar beramai-ramai memburunya. Harga seerkor burung Pleci Auriventer memang lebih mahal dibanding jenis Pleci lainnya. Untuk Pleci Auriventer yang tergolong masih bahan dibanderol Rp 150-200 ribu. Sementara untuk yang sudah dijamin jenis kelaminnya jantan seekor bisa mencapai Rp 250ribu.
"Pleci Auriventer habitatnya endemik antara lain di wilayah Aceh, Medan dan Kepulauan Riau. Posturnya memang lebih kecil bila dibanding dengan jenis Montanus atau Buxtoni. Ciri utamanya salah satunya ada di bagian kacamata atau bulu putih yang melingkar pada sekitar mata lebih tebal. Satu lagi bulu bagian dada berwarna putih abu-abu," ujar Om Bolank.
Burung ini di habitat aslinya gemar berkeliaran di daerah hutan bakau dan pesisir. Setiap mencari makan, mereka cenderung berkoloni. "Burung ini berkoloni paling banyak enam ekor. Kalau bertemu koloni lain meskipun sejenis, mereka nggak akan mau bergabung. Pemeliharaannya relatif mudah, sama seperti jenis Pleci lain. Untuk buah bisa diberi pisang, extra foodingnya bisa kroto atau ulat hongkong, bisa juga diberi madu/ nectar," lanjut Om Bolank.
Om Adi Bolank menambahkan, di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura burung ini menjadi favorit. Bedanya ketika digelar lomba, sangkar burung tak digantang tinggi lazimnya lomba burung di Salatiga atau kota-kota lain. 
kita tunggu waktunya Nusantara Ngalas Tanpa Batas bersama KOLONI Zosterops...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar